Friday, September 12, 2014

Mandor kabur dengan membawa lari uang operasional kerja


Pengalaman akan mandor kabur ini dialami oleh Bapak Anton. Saya memilih Bapak Anton untuk diangkat di bukuInteriorpreneurship ini, dikarenakan ketika proses wawancara secara bincang-bincang santai ini dilakukan, Bapak Anton sedang mengalami musibah ditinggal mandor kabur dengan kondisi mandornya membawa sejumlah uang senilai 35 juta rupiah, yang semestinya dipercayakan ke mandor untuk membeli bahan pekerjaan meubel pantry berupa multiplek, HPL, dan lem, serta sisanya untuk ongkos kerja tukang. Eh lebih parahnya lagi, beberapa bahan-bahan seperti cermin bronzed mirror yang dibeli 1 bulan lalu ternyata nunggak pembayaran nya karena belum dilunasi, padahal uang dari Bapak Anton sudah diserahkan ke mandor untuk melunasi pembayaran-pembayaran atas bahan cermin sejak 1,5 bulan lalu.

      Solusi untuk hal seperti ini, ya sebaiknya jangan terlalu simpatik dengan mandor atau tukang, bagaimanapun situasi nya dan apapun alasannya. Terkadang mandor berkeluh kesah tentang masalah pribadinya (biasanya masalah keluarga atau masalah finansialnya), yang membuat kita simpatik lalu kita berbaik hati dan Jrettt. Kena deh! Kita yang kena getahnya. T_T
          Juga untuk sistem pembayaran sebaiknya di manajemen, sesuai progress aktual saat itu, jangan memberikan 'lebih-lebih'. Bisa-bisa pembayaran 'lebih-lebih' yang Anda berikan itu digondol kabur. 'Hati orang siapa yang tahu?!'

No comments:

Post a Comment